Kepada Pembaca Mohon Maaf Masih Dalam Perbaikan bLOg ini ttd Editor

Minggu, 05 Juni 2011

tki Jika Ingin Pulang Ke Indonesia Jangan Lewat Jalur Tikus,Pulang Cara Yang Benar

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Musibah tenggelamnya perahu tempel pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) di perairan Johor, Malaysia, Rabu, 1 Juni 2011, lalu bukanlah yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa terjadi hampir setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya.

Bagi TKI yang tidak memiliki dokumen resmi, mereka akan memilih jalan pintas lewat jalur tikus yang banyak tersebar di perbatasan Malaysia-Indonesia. “Menjelang Hari Raya, biasanya lebih banyak lagi saudara kita yang mudik lewat jalur tikus,” ujar Ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai), Makhroji Maghfur, kepada Tempo yang menemuinya di kantor Permai, Sabtu, 4 Juni 2011.

Pendapat tersebut didasarkan atas pengalaman Maghfur yang sudah lebih dari 25 tahun tinggal di Malaysia. “Tragedi seperti ini biasanya terjadi menjelang Hari Raya. Tapi, entah kenapa tahun ini sudah terjadi walau belum memasuki bulan puasa,” ujarnya.

Menurut Maghfur, beberapa orang di antara 17 orang WNI yang selamat dari musibah tenggelamnya perahu tempel itu mengaku kepulangan mereka ke Tanah Air adalah untuk mudik awal Hari Raya.

Maghfur berharap, musibah serupa yang kerap terjadi bisa segera dihentikan. “Saya selalu mengimbau agar saudara-saudara yang hendak pulang ke Tanah Air menggunakan jalur legal,” katanya.

Selain itu, dia mohon kepada KBRI dan KJRI untuk mempermudah pengurusan dokumen mereka. “Agar mereka tidak nekat menggunakan jalur ilegal,” ujarnya.

MASRUR (KUALA LUMPUR)

Senin, 07 Maret 2011

Pelantikan Pengurus Permai Preode 2010 -2013 Di Lapangan Klab Sultan Sulaiman Kampung Baru Kuala Lumpur

(Pengurus Perhimpunan Masyarakat indonesia PERMAI Preode 2010-2013 Saat Pengukuhan Sebagai Pengurus Yang Di Pimpin Ketum Permai)
( Pengurus Permai Preode 2010 - 2013 Yang kanan Bapak M.Magfur Ketum ,Bapak Joko Wakil Ketua , Bapak Husein Lubis Wakil Sekretaris Dan Kiri Sekali Sekepri Bapak Dubes )


(Group Penari Riau Tampil Di Acara Karnival Budaya Nusantara )
( Ketua Umum Permai M.Mahroji Magfur Preode 2010 -2013 Memberikan Pengarahan Ke Pada Kumpulan Kercengan Bawean )


Kuala Lumpur :Akhirnya Pengurus Permai Preode 2010 - 2013 sukses adakan pelantikan ke pengurus preode 2010 -2011 di alun-alun klab Sultan Sulaiman Kuala Lumpur.

Acara pelantikan pengurus Permai yang di sponsore oleh Bank Muamalat dan West Union serta beberapa pt Indonesia yang ada di Malaysia.

Dalam pelantikan ke pengurusan permai sponsor utama BANK muamalat mendatangkan artis Dewi Yull dan KH Makruf Amin dari Majlis Ulama Indonesia.

Pengurus Permai Preode 2010-2013 setelah pelantikan membacakan ikrar bersama yang di pandu oleh ketum Permai.

Panitia mengundang Bapak Duta Besar dan Wakil Duta Besar serta staf Kbri Kuala lumpur,Bapak Duta Besar di dampingi ibu Duta Besar Ri.Saat memberikan sambutan bapak Duta berpesan dengan Pengurus Permai agar bekerja denga ikhlas dan tetap berbuat yang terbaik untuk wni yang memrlukan pertolongannya.

Usai sambutan dari bapak Dubes acara di teruskan dengan pelancara Tabung Nusantara Bank Muamalat Indonesia - Malaysia,serta penandatangan mou antara Bank Muamalat Indonesia dengan May Bank Malaysia.

Acara di lanjutkan dengan karnival budaya nusantara dengan penampilan kercengan Bawean,saman mahasiswa UGM Jugjakarta Indonesia dan group Aljava yaitu group musik dangdut dari anak-anak tki.

Acara berlanjut dengan alunan suara yang merdu oleh artis Dewi Yull yang di datangkan khusus dari Jakarta oleh Bank Muamalat Indonesia.Sebelum ini juga ada siraman rohani oleh ketua Ulama Indonesia KH .Makruf Amin (epung).

Da`i: TKI Harus Tunjukkan Diri dari Negara Besar

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Da`i Bachtiar meminta tenaga kerja Indonesia harus mampu menunjukkan diri datang dari negara besar yang merantau ke Malaysia, bukan untuk meminta-minta tapi turut membangun negeri jiran itu.

"Tunjukkan anda datang dari negara besar yang punya potensi dan turut membantu pembangunan Malaysia," kata Da`i dengan suara lantang dihadapan para TKI yang hadir dalam acara Karnival Nusantara diselenggarakan Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) di lapangan Sultan Sulaiman, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu.

Dikatakannya, Indonesia memang berterima kasih kepada pemerintah Malaysia, namun sebaliknya, Malaysia juga berterima kasih karena kehadiran para TKI di negeri itu juga untuk kemajuan ekonominya.

Oleh karenanya, kata Da`i, dirinya sangat sedih apabila ada warga Indonesia yang melakukan kriminal di Malaysia. Tapi sebaliknya dirinya sangat bangga bila warga Indonesia menunjukkan prestasinya termasuk di tingkat perguruan tinggi.

"Tolong jangan sampai Dubes RI di Malaysia malu karena tindak kriminal yang dilakukan orang Indonesia," ungkapnya.

"Kita semua harus mampu menjaga hubungan saling menguntungkan di kedua belah pihak," tegasnya.

Da`i selanjutnya mengutip perkataan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Mohamad yang berbunyi "Kalau diseberang sini, Malaysia tidak dijajah Inggris, ataupun diseberang sana, Indonesia tidak dijajah Belanda, apakah ada Malaysia dan Indonesia,"

Kutipan ini, menurut Da`i menunjukkan bahwa sejarah nenek moyang ke dua bangsa serumpun ini, dulunya bersatu.

"Banyak keturunan Indonesia di negeri ini, begitupula sebaliknya bangsa Melayu adalah satu rumpun. Jadi kita harus mempererat hubungan tersebut," kata Da`i.

Dikatakanya, hubungan antar kedua pemerintahan sejauh ini terbina dengan baik dan tidak ada masalah.

Begitupula dengan hubungan bisnis antar pelaku usaha di kedua negara juga berjalan lancar dan terus menunjukkan peningkatan yang positif.

"Bahkan pengusaha Malaysia (para pemimpin perusahaan) dalam suatu pertemuan telah mengeluarkan resolusi yang menyatakan meningkatkan investasinya ke Indonesia pada 2011," kata Da`i dengan menyebutkan investasi Malaysia di Indonesia diantaranya untuk sektor kelapa sawit, pertambangan dan infrastruktur.

Selanjutnya, hubungan persaudaraan dan persahabatan kedua belah pihak juga terus diperkuat dengan meningkatkan rasa persaudaraan bangsa serumpun.

Oleh karena itu, kata Da`i, jembatan untuk mendekatkan hubungan masyarakat kedua negara ini harus diperkokoh dan menjadi tugas bersama baik secara individu dan antar masyarakat.

"Menjadi tugas individu dan warga masyarakat untuk mempererat hubungan kedua negara ini," kata Da`i.

Sementara itu, Ketua Permai, M Machrodji Maghfur pada saat mengukuhkan kepengurusan permai untuk masa bakti 2011-2013 mengingatkan agar mereka bekerja secara iklas membangun silahturahmi antar sesama warga Indonesia di Malaysia dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia.

"Kepada teman-teman di Permai diharapkan bersatu demi kepentingan bangsa Indonesia tanpa memandang dari mana asalnya. Sehingga keberadaan Permai ini menjadi wadah untuk meningkatkan komunikasi positif antar sesama warga Indonesia di negeri ini," ungkapnya.

Sedangkan acara Karnival Nusantara, selain d ramaikan bazar makanan Indonesia juga dimeriahkan atas kehadiran penyanyi terkenal Indonesia, Dewi Yull.

Dewi membawakan sejumlah lagu-lagu yang menjadi hit di dalam negeri seperti "Jangan ada dusta diantara kita" yang dipopulerkan bersama almarhum Broery Pesolima serta lagu berjudul "Jujur" dari grup band Radja.(*)

Jumat, 22 Oktober 2010

KBRI Imbau TKI Tidak Tertipu Isu "Pemutihan"

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur mengimbau tenaga kerja Indonesia untuk mewaspadai aksi penipuan berkedok "pemutihan" pendatang asing tanpa izin oleh Pemerintah Malaysia, karena sampai saat ini belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut.

"Jangan terpancing bujuk rayu dari oknum yang tidak bertanggung jawab itu," kata Widyarka Ryananta, Kepala Bidang Penerangan Sosial dan Budaya KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, menanggapi maraknya isu pemutihan tersebut.

Widyarka menjelaskan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pihak imigrasi Malaysia mengenai isu pemutihan tersebut.

"Sampai-sampai, pihak imigrasi menjanjikan seandainya ada keputusan, maka pihak KBRI Kuala Lumpur yang pertama kali diberitahukan oleh pihak imigrasi Malaysia," ungkapnya.

Oleh karena itu, para TKI tersebut diingatkan agar tidak mendaftarkan diri karena hanya akan menimbulkan kerugian saja.

Beredarnya informasi tentang akan adanya pemutihan oleh Pemerintah Malaysia tersebut, ternyata dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan dari pendatang asing tanpa izin.

"Ada beberapa perusahaan jasa yang terang-terangan membuka tempat pengurusan pemutihan. Walaupun sampai saat ini, hal tersebut belum jelas kebenarannya," kata Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia (Permai) Makhroji Maghfur.

Bahkan, lanjut dia, untuk pendaftaran awal saja sudah diminta uang 100 hingga 200 ringgit. Tindakan perusahaan jasa tersebut hanya akan merugikan pendatang asing tanpa izin.

Ia mengatakan bahwa informasi pemutihan itu belum jelas kebenarannya atau masih simpang siur dan tidak ada jaminan bahwa selama proses pengurusan mereka aman dan tidak ditangkap petugas imigrasi.

Oleh karena itu, mantan ketua Partai Kebangkitan Bangsa Kuala Lumpur ini menyarankan agar tidak teperdaya dengan rayuan perusahaan jasa yang hanya bermaksud meraup keuntungan dari pendatang asing tanpa izin.

"Saya imbau kepada warga Indonesia yang tidak mempunyai dokumen sah di Malaysia untuk tidak mendaftar dulu, walau ada penawaran pemutihan dari perusahaan jasa," katanya.

Dia merasa miris dengan kuatnya gosip pemutihan yang kian hari tambah kencang. "Tiap hari ada saja yang telpon ke kantor Permai untuk menanyakan informasi pemutihan itu," katanya.

Lebih jauh, Maghfur menjelaskan bahwa isu akan adanya pemutihan ini berawal dari undangan Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia ke beberapa perusahaan jasa untuk dimintai masukan mengenai pemutihan.

"Pertemuannya sekedar minta masukan, tapi surat undangannya dijadikan alasan penguat bahwa mereka dapat izin dari KDN untuk menguruskan pemutihan," paparnya.

Ketua Biro Pembinaan Paguyuban TKI, Saiful Aiman menyarankan masyarakat Indonesia untuk tidak teperdaya dengan isu akan adanya pemutihan.

"Pemutihan itu hal serius dan harus dibincangkan oleh dua negara. Selama belum ada informasi resmi dari Pemerintah Malaysia dan KBRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, jangan percaya dengan isu ini," harapnya.(*)